One's destination is not a place, but a new way of seeing things.
-Henry Miller-

Sabtu, 01 Desember 2012

Trip to Lawu via Candi Cetho

Saya bosan, bosan. Bosan kuadrat dengan rutinitas sehari2 yang cuma itu2 aja :). Tiba2 ide gila terlintas di pikiran saya. Pergi ke stasiun, beli karcis kereta, rutenya model kocokan atau pilih sambil tutup mata (berharap dpt bdg atau malang), nikmati perjalanan, esoknya dah tiba di daerah baru. Segar, menyenangkan.

Belum sempat melamun lebih jauh, ada sms masuk. "Mas, mau naik lawu ndak besok?" Gotcha!!! Mantap, selain emang butuh refreshing, belum pernah naik lawu e. Tanpa banyak ba bi bu, lgsg sms mas yusuf, minta ijin 2 hari buat ke lawu. Ok, ijin didapat, asal lap kelar lanjut siap2. Googling bentar ttg lawu kok katanya gunung mudah di daki ya + banyak warung di tiap pos. Yasudah ndak perlu bwa persediaan macam2 klo gitu. Singkat cerita kami dh pada kumpul buat briefing terakhir di lowerground jteti, waduh kok banyak banget pesertanya, dan rata2 anak 2011 (jadi berasa tua deh :p). Kita otw ke lawu via karanganyar.

Kami sampai di Lawu Rabu malam, pas 1 Suronya, jadi pas rame – rame nya turun (hahaha,sial gara2 rame yang ndaki bikin gantungan kuncinya habis  T.T). Oiya sekedar informasi, terdapat tiga jalur pendakian (yang saya ketahui) lewat Jateng, Cemoro Sewu, Cemoro Kandang, dan Candi Cetho. Nah nasihat buat temen2 si, sebaiknya di konfirmasikan dulu sama team leader mau naik lewat jalur mana. Saya kira lewat cemoro sewu atau cemoro kandang eeeh ternyata lewat candi cetho, rute cemoro sewu dan cemoro kandang relatif mudah dan di tiap pos ada warungnya (kalau menurut penduduk lokal, 2 rute tersebut merupakan rute wisata), sementara candi cetho selain medannya lmyn, juga tidak terdapat warung (lha ya iya, mana ada warung di gunung, hahaha). Bonusnya kalau kita lewat candi cetho, kita bisa lihat candi cetho sama saraswati. Candi cetho sendiri terdapat 5 pos, pos 1 dan 2 masih bagus vegetasinya (tapi bikin licin kalau hujan @_@), pos 3 – 4 berupa hutan mati (sekedar informasi sebulan kemarin rute lewat candi cetho kebakar), pos 5 berupa sabana + bukit teletubbies, seletah pos 5 kita bakal nemuin hargo dalem (makam dari Brawijaya alias sunan lawu), dan puncaknya hargo dumillah. Nah di hargo dalem ini, kita bisa nemuin warun mbok yem yang legendaris,katanya si belum afdol kalau naik ke lawu belum nyobain pecelnya mbok yem, sayangnya kemarin Cuma kebagian sotonya saja, pecelnya belum matang T.T, hahaha.

Ada cerita menarik dari Gunung Lawu, alhamdulillah dari pos 1 – 3 saya tidak bermasalah, nah mulai dari pos 4 – pos 5 tiba – tiba tenaga saya hilang ditambah lagi hujan mulai turun dari pos 4. Terus terang saya takut sekali karena sepanjang naik belum pernah terjadi spt ini. Sambil baca doa sebisanya, saya tetap jalan dan akhirnya bisa nyusul rombongan. Setelah bikin tenda sama api unggun, kami langsung tidur, sebelum tidur saya berdoa semoga besoknya lancar dan tidak terjadi apa2. Ah, tampaknya doa tersebut belum dikabulkan J, waktu naik ke puncak tiba – tiba tenaga saya seperti terkuras (posisi sudah sarapan), ndak tahu kenapa kok rasanya susah sekali,akhirnya sambil berdoa akhirnya saya bisa sampai di puncak. Nah,anehnya waktu mau turun, alhamdulillah ga terjadi kejadian aneh spt itu lagi bahkan rasanya badan sangat bugar. Mistik atau ndak wallahu a’lam, semoga teman – teman ndak mengalami kejadian yang saya alami J.

Berikut dokumentasi trip ke lawunya

Foto Dulu di depan candi 

Pos 2

Yoyoyoi puncaaaak

Tepar mulai pos 4-5

Waktu masih segar 

0 comments:

Posting Komentar